تَعْلِيقَاتٌ عَلَى بَابِ الْأَفْعَالِ

مُخَطَّطَاتٌ تَوْضِيحِيَّةٌ

Skema Penjelasan Kata Kerja (Fi'il)

الْفِعْلُ يَنْقَسِمُ إِلَى:

Fi'il (Kata Kerja) terbagi menjadi:

١ - مَاضٍ: يُبْنَى عَلَى ( الْفَتْحِ - الضَّمِّ - السُّكُونِ ).

1. Madhi: Di-bina' atas (Fathah - Dhommah - Sukun).

٢ - أَمْرٌ: يُبْنَى عَلَى ( السُّكُونِ - الْفَتْحِ - حَذْفِ حَرْفِ الْعِلَّةِ - حَذْفِ النُّونِ ).

2. Amar: Di-bina' atas (Sukun - Fathah - Membuang huruf 'illat - Membuang nun).

٣ - مُضَارِعٌ: وَهُوَ قِسْمَانِ:

3. Mudhari': Dan ia ada dua bagian:

أ - مُعْرَبٌ: ( مَرْفُوعٌ - مَنْصُوبٌ - مَجْزُومٌ ).

A. Mu'rab: (Marfu' - Manshub - Majzum).

ب - مَبْنِيٌّ: عَلَى ( الْفَتْحِ - السُّكُونِ ).

B. Mabni: Atas (Fathah - Sukun).

تَعْلِيقَاتٌ عَلَى النَّصِّ (مَتْنُ الْآجُرُّومِيَّةِ)

Komentar atas Teks (Matan Al-Ajurrumiyah)

قَالَ: ( بَابُ الْأَفْعَالِ ) الْأَفْعَالُ ثَلَاثَةٌ: مَاضٍ، وَمُضَارِعٌ، وَأَمْرٌ، نَحْوُ: ضَرَبَ، وَيَضْرِبُ، وَاضْرِبْ.

Beliau (Ibnu Ajurrum) berkata: (Bab Fi'il-fi'il) Fi'il itu ada tiga: Madhi, Mudhari', dan Amar, contoh: Dharaba, Yadhribu, dan Idhrib.

فَالْمَاضِي مَفْتُوحُ الْآخِرِ أَبَدًا. وَالْأَمْرُ مَجْزُومٌ أَبَدًا. وَالْمُضَارِعُ مَا كَانَ فِي أَوَّلِهِ إِحْدَى الزَّوَائِدِ الْأَرْبَعِ يَجْمَعُهَا قَوْلُكَ: أَنَيْتُ. وَهُوَ مَرْفُوعٌ أَبَدًا حَتَّى يَدْخُلَ عَلَيْهِ نَاصِبٌ، أَوْ جَازِمٌ.

Maka Madhi itu difathahkan akhirnya selamanya (yakni mabni atas fathah secara hukum asal). Dan Amar itu dijazmkan selamanya (yakni mabni atas sukun secara hukum asal menurut istilah Kufah). Dan Mudhari' adalah yang di awalnya terdapat salah satu dari empat tambahan yang dikumpulkan oleh perkataanmu: Anitu. Dan ia marfu' selamanya sampai ia dimasuki oleh penashab atau penjazm.

أَقُولُ: عَقَدَ الْمُصَنِّفُ هَذَا الْبَابَ لِبَيَانِ أَحْكَامِ الْفِعْلِ، فَقَالَ: ( بَابُ الْأَفْعَالِ ) ثُمَّ بَيَّنَ أَنْوَاعَ الْفِعْلِ فَقَالَ: ( الْأَفْعَالُ ثَلَاثَةٌ: مَاضٍ، وَمُضَارِعٌ، وَأَمْرٌ، نَحْوُ: ضَرَبَ، وَيَضْرِبُ، وَاضْرِبْ ) ظَاهِرُ غَنِيٌّ عَنِ الشَّرْحِ ( فَالْمَاضِي مَفْتُوحُ الْآخِرِ أَبَدًا ) أَيْ مَبْنِيٌّ عَلَى الْفَتْحِ دَائِمًا، وَفِي بِنَاءِ الْفِعْلِ الْمَاضِي مَذْهَبَانِ: الْأَوَّلُ: مَا ذَكَرَهُ الْمُصَنِّفُ وَهُوَ أَنَّهُ مَبْنِيٌّ عَلَى الْفَتْحِ دَائِمًا، وَأَمَّا نَحْوُ ضَرَبُوا مِمَّا اتَّصَلَ بِهِ وَاوُ الْجَمَاعَةِ، وَنَحْوُ ضَرَبْتُ فَيَكُونُ مَبْنِيًّا عَلَى الْفَتْحِ الْمُقَدَّرِ، وَالْمَذْهَبُ الثَّانِي وَهُوَ الَّذِي مَشَيْنَا عَلَيْهِ فِي الشَّرْحِ وَهُوَ الْأَسْهَلُ هُوَ أَنَّ الْأَصْلَ فِي الْمَاضِي أَنْ يُبْنَى عَلَى الْفَتْحِ وَلَكِنْ قَدْ يَخْرُجُ إِلَى الضَّمِّ أَوِ السُّكُونِ فَهَذَانِ مَذْهَبَانِ لِلنُّحَاةِ إِنْ شِئْتَ رَاعَيْتَ الْأَوَّلَ كَمَا فَعَلَ الْمُصَنِّفُ وَإِنْ شِئْتَ رَاعَيْتَ الثَّانِي.

Aku katakan: Penulis menyusun bab ini untuk menjelaskan hukum-hukum fi'il. Beliau berkata: (Bab Fi'il-fi'il) kemudian menjelaskan jenis-jenis fi'il dan berkata: (Fi'il itu ada tiga: Madhi, Mudhari', dan Amar, contoh: Dharaba, Yadhribu, dan Idhrib). Lahirnya perkataan ini tidak butuh penjelasan lagi. (Maka Madhi itu difathahkan akhirnya selamanya) yakni mabni atas fathah selamanya. Dan dalam masalah bina' fi'il madhi ada dua madzhab (pendapat): Pertama: Apa yang disebutkan oleh Penulis yaitu ia mabni atas fathah selamanya, adapun seperti "Dharabu" yang bersambung dengan wawu jama'ah dan seperti "Dharabtu" maka ia dianggap mabni atas fathah muqaddarah (dikira-kirakan). Madzhab kedua: Inilah yang kita tempuh dalam penjelasan ini karena lebih mudah, yaitu bahwa asal pada Madhi adalah di-bina' atas fathah, namun terkadang ia keluar menuju dhommah atau sukun. Ini adalah dua madzhab bagi pakar Nahwu, jika engkau mau engkau bisa mengikuti yang pertama sebagaimana yang dilakukan Penulis, dan jika engkau mau engkau bisa mengikuti yang kedua.

( وَالْأَمْرُ مَجْزُومٌ أَبَدًا ) اعْلَمْ أَنَّ هُنَالِكَ مَذَاهِبَ لِلنُّحَاةِ أَشْهَرُهُمَا هُمَا: الْمَذْهَبُ الْبَصْرِيُّ، وَالْمَذْهَبُ الْكُوفِيُّ، وَالْمُصَنِّفُ رَحِمَهُ اللَّهُ فِي الْآجُرُّومِيَّةِ قَدْ تَبِعَ الْكُوفِيِّينَ فِي كَثِيرٍ مِنْ آرَائِهِمْ، وَمِنْ آرَاءِ الْكُوفِيِّينَ أَنَّ فِعْلَ الْأَمْرِ مُعْرَبٌ مَجْزُومٌ فَيَقُولُ فِي إِعْرَابِ اضْرِبْ: فِعْلُ أَمْرٍ مَجْزُومٌ وَعَلَامَةُ جَزْمِهِ السُّكُونُ، بَيْنَمَا مَذْهَبُ الْبَصْرِيِّينَ هُوَ أَنَّهُ مَبْنِيٌّ وَهُوَ الْمَشْهُورُ. ثُمَّ إِنَّ الْأَمْرَ تَارَةً يُبْنَى عَلَى السُّكُونِ مِثْلُ اضْرِبْ، وَتَارَةً عَلَى الْفَتْحِ مِثْلُ اضْرِبَنَّ، وَتَارَةً عَلَى حَذْفِ حَرْفِ الْعِلَّةِ مِثْلُ ارْمِ، وَتَارَةً عَلَى حَذْفِ النُّونِ مِثْلُ اضْرِبَا ( وَالْمُضَارِعُ مَا كَانَ فِي أَوَّلِهِ إِحْدَى الزَّوَائِدِ الْأَرْبَعِ يَجْمَعُهَا قَوْلُكَ: أَنَيْتُ ) أَيْ أَدْرَكْتُ فَالْهَمْزَةُ لِلْمُتَكَلِّمِ وَحْدَهُ مُذَكَّرًا أَوْ مُؤَنَّثًا، وَالنُّونُ لِلْمُتَكَلِّمِ وَمَعَهُ غَيْرُهُ أَوْ الْمُعَظِّمِ نَفْسَهُ، وَالْيَاءُ لِلْغَائِبِ الْمُذَكَّرِ وَاحِدًا أَوْ اثْنَيْنِ أَوْ جَمَاعَةٍ، وَلِلْغَائِبَاتِ، وَالتَّاءُ لِلْمُخَاطَبِ أَوِ الْمُخَاطَبَةِ وَاحِدًا أَوْ اثْنَيْنِ أَوْ جَمَاعَةٍ، وَلِلْغَائِبَةِ وَالْغَائِبَتَيْنِ ( وَهُوَ مَرْفُوعٌ أَبَدًا حَتَّى يَدْخُلَ عَلَيْهِ نَاصِبٌ، أَوْ جَازِمٌ ) مِثْلُ يَضْرِبُ.

(Dan Amar itu dijazmkan selamanya) Ketahuilah bahwa di sana terdapat madzhab-madzhab bagi pakar Nahwu, yang paling masyhur ada dua: Madzhab Bashrah dan Madzhab Kufah. Penulis rahimahullah dalam Al-Ajurrumiyah telah mengikuti ulama Kufah dalam banyak pendapat mereka. Dan di antara pendapat ulama Kufah adalah bahwa fi'il amar itu mu'rab dijazmkan, maka beliau berkata dalam i'rab "Idhrib": fi'il amar majzum dan tanda jazmnya sukun. Sementara madzhab ulama Bashrah adalah ia mabni, dan inilah yang masyhur. Kemudian sesungguhnya Amar terkadang di-bina' atas sukun seperti "Idhrib", terkadang atas fathah seperti "Idhribanna", terkadang atas membuang huruf 'illat seperti "Irmi", dan terkadang atas membuang nun seperti "Idhriba". (Dan Mudhari' adalah yang di awalnya terdapat salah satu dari empat tambahan yang dikumpulkan oleh perkataanmu: Anitu) yakni aku telah sampai/mendapati. Maka Hamzah untuk pembicara tunggal, Nun untuk pembicara bersama yang lain, Ya' untuk ghaib mudzakkar dan ghaibah jamak muannats, dan Ta' untuk mukhatab serta ghaibah tunggal/dua. (Dan ia marfu' selamanya sampai ia dimasuki oleh penashab atau penjazm) contoh "Yadhribu".

↩️