الدَّرْسُ الثَّالِثَ عَشَرَ: الْأَسْمَاءُ الْخَمْسَةُ

الدَّرْسُ الثَّالِثَ عَشَرَ: الْأَسْمَاءُ الْخَمْسَةُ

Pelajaran Ketiga Belas: Isim-isim yang Lima (Al-Asma' Al-Khamsah)

قَدْ عَلِمْتَ أَنَّ الْأَسْمَاءَ تَنْقَسِمُ عِدَّةَ أَقْسَامٍ تَقَدَّمَ مِنْهَا الِاسْمُ الْمُفْرَدُ، وَالْمُثَنَّى، وَالْجَمْعُ بِأَنْوَاعِهِ، وَآخِرُ أَقْسَامِ الِاسْمِ الَّتِي لَهَا إِعْرَابٌ خَاصٌّ هِيَ الْأَسْمَاءُ الْخَمْسَةُ.

Engkau telah mengetahui bahwa isim-isim terbagi menjadi beberapa bagian, telah lewat di antaranya: Isim Mufrad, Mutsanna, dan Jamak dengan berbagai macamnya. Dan bagian isim terakhir yang memiliki i'rab khusus adalah Al-Asma' Al-Khamsah.

وَالْأَسْمَاءُ الْخَمْسَةُ هِيَ: أَبُو - أَخُو - حَمُو - فُو - ذُو.

Dan Isim-isim yang Lima itu adalah: Abu (Bapak), Akhu (Saudara laki-laki), Hamu (Ipar), Fu (Mulut), Dzu (Pemilik).

فَهَذِهِ خَمْسَةُ أَسْمَاءٍ نُقِلَ عَنِ الْعَرَبِ فِيهَا إِعْرَابٌ خَاصٌّ بِهَا وَهُوَ الرَّفْعُ بِالْوَاوِ وَالنَّصْبُ بِالْأَلِفِ، وَالْجَرُّ بِالْيَاءِ.

Maka kelima isim ini dinukil dari orang Arab bahwa di dalamnya terdapat i'rab yang khusus dengannya, yaitu: Rafa' dengan wawu, Nashab dengan alif, dan Jar dengan ya'.

مِثْلُ: جَاءَ أَبُوكَ، وَإِعْرَابُهَا: جَاءَ: فِعْلٌ مَاضٍ مَبْنِيٌّ عَلَى الْفَتْحِ، أَبُوكَ: فَاعِلٌ مَرْفُوعٌ وَعَلَامَةُ رَفْعِهِ الْوَاوُ لِأَنَّهُ مِنَ الْأَسْمَاءِ الْخَمْسَةِ.

Contoh: "Ja'a abuka" (Bapakmu telah datang). I'rabnya: (Ja'a) fi'il madhi mabni atas fathah, (Abuka) fa'il marfu' dan tanda rafa'nya wawu karena ia termasuk Asma'ul Khamsah.

وَمِثْلُ: أَكْرَمَ زَيْدٌ أَبَاكَ، وَإِعْرَابُهَا: أَكْرَمَ: فِعْلٌ مَاضٍ مَبْنِيٌّ عَلَى الْفَتْحِ، زَيْدٌ: فَاعِلٌ مَرْفُوعٌ وَعَلَامَةُ رَفْعِهِ الضَّمَّةُ الظَّاهِرَةُ فِي آخِرِهِ، أَبَاكَ: مَفْعُولٌ بِهِ مَنْصُوبٌ وَعَلَامَةُ نَصْبِهِ الْأَلِفُ لِأَنَّهُ مِنَ الْأَسْمَاءِ الْخَمْسَةِ.

Dan contoh: "Akrama Zaidun abaka" (Zaid memuliakan bapakmu). I'rabnya: (Akrama) fi'il madhi mabni atas fathah, (Zaidun) fa'il marfu' dan tanda rafa'nya dhommah yang nampak di akhirnya, (Abaka) maf'ul bih manshub dan tanda nashabnya alif karena ia termasuk Asma'ul Khamsah.

وَمِثْلُ: مَرَّ زَيْدٌ بِأَبِيكَ، وَإِعْرَابُهَا: مَرَّ: فِعْلٌ مَاضٍ مَبْنِيٌّ عَلَى الْفَتْحِ، زَيْدٌ: فَاعِلٌ مَرْفُوعٌ وَعَلَامَةُ رَفْعِهِ الضَّمَّةُ الظَّاهِرَةُ فِي آخِرِهِ، الْبَاءُ: حَرْفُ جَرٍّ مَبْنِيٌّ عَلَى الْكَسْرِ، أَبِيكَ: اسْمٌ مَجْرُورٌ بِحَرْفِ الْجَرِّ وَعَلَامَةُ جَرِّهِ الْيَاءُ لِأَنَّهُ مِنَ الْأَسْمَاءِ الْخَمْسَةِ.

Dan contoh: "Marra Zaidun bi-abika" (Zaid berpapasan dengan bapakmu). I'rabnya: (Marra) fi'il madhi mabni atas fathah, (Zaidun) fa'il marfu' dan tanda rafa'nya dhommah yang nampak di akhirnya, (Al-Ba') huruf jar mabni atas kasrah, (Abika) isim majrur dengan huruf jar dan tanda jarnya ya' karena ia termasuk Asma'ul Khamsah.

قَالَ تَعَالَى: ( يَا أُخْتَ هَارُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّا ) فَأَبُوكِ مِنَ الْأَسْمَاءِ الْخَمْسَةِ مَرْفُوعٌ بِالْوَاوِ

Allah Ta'ala berfirman: "Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina". Maka (Abuki) termasuk Asma'ul Khamsah yang marfu' dengan wawu.

وَقَالَ تَعَالَى: ( أَلَمْ تَعْلَمُوا أَنَّ أَبَاكُمْ قَدْ أَخَذَ عَلَيْكُمْ مَوْثِقًا مِنَ اللَّهِ )، وَقَالَ تَعَالَى: ( ارْجِعُوا إِلَى أَبِيكُمْ ).

Dan Allah Ta'ala berfirman: "Tidakkah kamu ketahui bahwa sesungguhnya ayahmu telah mengambil janji dari kamu dengan nama Allah". Dan firman-Nya: "Kembalilah kepada ayahmu".

وَمِثْلُ: جَاءَ أَخُوكَ، وَضَرَبَ زَيْدٌ أَخَاكَ، وَمَرَّ زَيْدٌ بِأَخِيكَ، وَإِعْرَابُهَا كَمَا سَبَقَ تَمَامًا.

Dan contoh: "Ja'a akhuka" (Saudaramu datang), "Dharaba Zaidun akhaka" (Zaid memukul saudaramu), "Marra Zaidun bi-akhika" (Zaid berpapasan dengan saudaramu). Dan i'rabnya sama persis seperti yang telah lalu.

قَالَ تَعَالَى: ( اذْهَبْ أَنْتَ وَأَخُوكَ ) وَقَالَ تَعَالَى: ( آوَى إِلَيْهِ أَخَاهُ ) وَقَالَ تَعَالَى: ( سَنَشُدُّ عَضُدَكَ بِأَخِيكَ ).

Allah Ta'ala berfirman: "Pergilah kamu beserta saudaramu". Dan firman-Nya: "Dia merangkul saudaranya ke pelukannya". Dan firman-Nya: "Kami akan membantumu dengan saudaramu".

وَمِثْلُ: جَاءَ حَمُوهَا، وَضَرَبَ زَيْدٌ حَمَاهَا، وَمَرَّ زَيْدٌ بِحَمِيهَا، وَإِعْرَابُهَا كَمَا سَبَقَ.

Dan contoh: "Ja'a hamuha" (Iparnya datang), "Dharaba Zaidun hamaha" (Zaid memukul iparnya), "Marra Zaidun bi-hamiha" (Zaid berpapasan dengan iparnya). Dan i'rabnya seperti yang telah lalu.

وَالْحَمُ هُوَ: قَرِيبُ الزَّوْجِ بِالنِّسْبَةِ لِلْمَرْأَةِ، فَأَخُو زَوْجِ الْمَرْأَةِ يَكُونُ حَمَاهَا، وَلَمْ يَرِدْ لَهُ اسْتِعْمَالٌ فِي الْقُرْآنِ.

Dan "Al-Hamu" adalah: Kerabat suami bagi seorang istri. Maka saudara laki-laki dari suami seorang istri adalah iparnya (hamaha). Dan tidak ada penggunaannya di dalam Al-Qur'an.

وَأَمَّا فُو فَالْمَقْصُودُ بِهِ هُوَ الْفَمُ مِثْلُ: هَذَا فُوهُ، وَمَسَحَ زَيْدٌ فَاهُ، وَأَدْخَلَ زَيْدٌ يَدَهُ فِي فِيهِ.

Adapun "Fu", maka yang dimaksud dengannya adalah mulut. Contoh: "Hadza fuhu" (Ini mulutnya), "Masaha Zaidun fahu" (Zaid mengusap mulutnya), dan "Adkhala Zaidun yadahu fi fihi" (Zaid memasukkan tangannya ke dalam mulutnya).

وَلَاحِظْ أَنَّنَا إِذَا اسْتَعْمَلْنَا كَلِمَةَ فَمٍ بَدَلَهُ تُعْرَبُ بِالْحَرَكَاتِ الظَّاهِرَةِ تَقُولُ: هَذَا فَمٌ، وَرَأَيْتُ فَمًا، وَمَسَحْتُ عَلَى فَمٍ، فَإِذَا سَقَطَ الْمِيمُ مِنْ كَلِمَةِ فَمٍ أُعْرِبَتْ بِالْوَاوِ وَالْأَلِفِ وَالْيَاءِ ( فُوكَ - فَاكَ - فِيكَ ).

Dan perhatikanlah bahwa jika kita menggunakan kata "Famun" sebagai gantinya, maka ia di-i'rab dengan harakat yang nampak. Engkau berkata: "Hadza famun", "Ra'aitu faman", dan "Masahtu 'ala famin". Namun jika mim dibuang dari kata "fam", maka ia di-i'rab dengan wawu, alif, dan ya' (Fuka - Faka - Fika).

قَالَ تَعَالَى: ( كَبَاسِطِ كَفَّيْهِ إِلَى الْمَاءِ لِيَبْلُغَ فَاهُ ) وَهُنَا مَنْصُوبٌ بِالْأَلِفِ.

Allah Ta'ala berfirman: "Seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya". Dan di sini manshub dengan alif.

وَأَمَّا ذُو فَمَعْنَاهُ صَاحِبٌ مِثْلُ: جَاءَ ذُو مَالٍ أَيْ صَاحِبُ مَالٍ، وَضَرَبَ زَيْدٌ ذَا مَالٍ، وَمَرَّ زَيْدٌ بِذِي مَالٍ.

Adapun "Dzu", maka maknanya adalah Pemilik. Contoh: "Ja'a dzu malin" artinya Pemilik harta telah datang, "Dharaba Zaidun dza malin" (Zaid memukul pemilik harta), dan "Marra Zaidun bi-dzi malin" (Zaid berpapasan dengan pemilik harta).

شُرُوطُ إِعْرَابِ الْأَسْمَاءِ الْخَمْسَةِ وَتَمَارِينُ

Syarat I'rab Asma'ul Khamsah dan Latihan

قَالَ تَعَالَى: ( وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ ) وَقَالَ تَعَالَى: ( أَنْ كَانَ ذَا مَالٍ وَبَنِينَ ) وَقَالَ تَعَالَى: ( وَيَسْأَلُونَكَ عَنْ ذِي الْقَرْنَيْنِ ).

Allah Ta'ala berfirman: "Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran (dzu 'usratin), maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan". Dan firman-Nya: "Karena dia mempunyai (dza) banyak harta dan anak". Dan firman-Nya: "Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulkarnain (dzi al-qarnaini)".

وَلَوْ تَأَمَّلْتَ فِيمَا سَبَقَ مِنْ أَمْثِلَةٍ لَوَجَدْتَ أَنَّ الْأَسْمَاءَ الْخَمْسَةَ كَيْ تُعْرَبَ بِهَذَا الْإِعْرَابِ لَا بُدَّ أَنْ تُضَافَ وَتُوصَلَ بِهَا كَلِمَةٌ أُخْرَى مِثْلَ جَاءَ أَبُوكَ فَوَصَلْنَاهُ بِالْكَافِ، وَمِثْلَ جَاءَ أَخُوهُ فَوَصَلْنَاهُ بِالْهَاءِ وَمِثْلَ رَأَيْتُ حَمَاهَا فَوَصَلْنَاهُ بِـ ( هَا ) وَمِثْلَ مَرَرْتُ بِذِي خُلُقٍ أَيْ صَاحِبِ خُلُقٍ فَأَضَفْنَاهُ إِلَى خُلُقٍ، فَلَا تَقُلْ مَثَلًا جَاءَ أَبُو وَتَسْكُتَ.

Dan jika engkau merenungkan contoh-contoh yang lalu, niscaya engkau mendapati bahwa Asma'ul Khamsah agar di-i'rab dengan i'rab ini (wawu, alif, ya'), maka harus diidhafhkan (disandarkan) dan disambung padanya kata lain. Seperti "Ja'a abuka", maka kita menyambungnya dengan huruf Kaf. Dan seperti "Ja'a akhuhu" kita menyambungnya dengan Ha'. Dan seperti "Ra'aitu hamaha" kita menyambungnya dengan (Ha). Dan seperti "Marartu bi-dzi khuluqin" artinya pemilik akhlak, maka kita mengidhafkannya kepada kata "khuluqin". Maka janganlah engkau berkata misalnya "Ja'a Abu" lalu engkau diam.

فَتَلَخَّصَ مِنْ ذَلِكَ أَنَّ الْأَسْمَاءَ الْخَمْسَةَ هِيَ: ( أَبُو - أَخُو - حَمُو - فُو - ذُو ) تُرْفَعُ بِالْوَاوِ وَتُنْصَبُ بِالْأَلِفِ وَتُجَرُّ بِالْيَاءِ بِشَرْطِ أَنْ تُضَافَ إِلَى مَا بَعْدَهَا.

Maka disimpulkan dari hal tersebut bahwa Asma'ul Khamsah adalah: (Abu - Akhu - Hamu - Fu - Dzu). Dirafa'kan dengan wawu, dinashabkan dengan alif, dan di-jarkan dengan ya' dengan syarat harus diidhafhkan (disandarkan) kepada kata setelahnya.

( أَسْئِلَةٌ )

(Pertanyaan)

١ - فِي ضَوْءِ مَا تَقَدَّمَ مَا هِيَ الْأَسْمَاءُ الْخَمْسَةُ ؟

1. Berdasarkan apa yang telah lalu, apa itu Asma'ul Khamsah?

٢ - مَا هُوَ إِعْرَابُ الْأَسْمَاءِ الْخَمْسَةِ ؟

2. Bagaimana i'rab Asma'ul Khamsah?

٣ - مَثِّلْ بِمِثَالٍ مِنْ عِنْدِكَ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنَ الْأَسْمَاءِ الْخَمْسَةِ فِي حَالَةِ الرَّفْعِ وَالنَّصْبِ وَالْجَرِّ ؟

3. Berikan contoh dari dirimu sendiri untuk setiap isim dari Asma'ul Khamsah dalam keadaan rafa', nashab, dan jar!

( تَمَارِينُ ١ )

(Latihan 1)

عَيِّنْ فِي الْجُمَلِ الْآتِيَةِ مَا تَرَاهُ مِنَ الْأَسْمَاءِ الْخَمْسَةِ مَرْفُوعًا أَوْ مَنْصُوبًا أَوْ مَجْرُورًا مَعَ بَيَانِ عَلَامَةِ الْإِعْرَابِ :

Tentukan dalam kalimat-kalimat berikut apa yang engkau lihat berupa Asma'ul Khamsah yang marfu', manshub, atau majrur beserta penjelasan tanda i'rabnya:

١ - يُكْرِمُ زَيْدٌ أَبَاهُ. ٢ - اِعْطِفْ عَلَى أَخِيكَ الْأَصْغَرِ. ٣ - جَاءَ حَمُو هِنْدٍ. ٤ - يَغْسِلُ زَيْدٌ فَاهُ بَعْدَ الطَّعَامِ. ٥ - سَلَّمْتُ عَلَى ذِي عِلْمٍ.

1. Zaid memuliakan bapaknya. 2. Sayangilah adik lak-lakimu. 3. Ipar Hindun telah datang. 4. Zaid mencuci mulutnya setelah makan. 5. Aku memberi salam kepada orang yang berilmu.

( تَمَارِينُ ٢ )

(Latihan 2)

أَعْرِبْ مَا يَلِي :

I'rablah apa-apa yang berikut ini:

١ - يُحْسِنُ أَبُوكَ إِلَى أَخِيكَ.

1. Bapakmu berbuat baik kepada saudaramu.

٢ - احْتَشَمَتْ فَاطِمَةُ مِنْ حَمِيهَا.

2. Fatimah merasa malu dari iparnya.

٣ - مَسَحَ الطِّفْلُ فَاهُ.

3. Anak itu mengusap mulutnya.

↩️