الدَّرْسُ الثَّامِنُ: الْمُعْرَبَاتُ - الِاسْمُ الْمُفْرَدُ
الدَّرْسُ الثَّامِنُ: الْمُعْرَبَاتُ - الِاسْمُ الْمُفْرَدُ
Pelajaran Kedelapan: Al-Mu'rabat - Isim Mufrad
قَدْ عَلِمْتَ أَنَّ الْكَلِمَةَ إِمَّا أَنْ تَكُونَ مُعْرَبَةً، أَوْ مَبْنِيَّةً، وَعَلِمْتَ أَنَّ الْمُعْرَبَاتِ هِيَ الْأَسْمَاءُ وَالْأَفْعَالُ الْمُضَارِعَةُ.
Engkau telah mengetahui bahwa kata itu adakalanya mu'rab atau mabni. Dan engkau telah mengetahui bahwa kata-kata yang mu'rab itu adalah isim-isim dan fi'il-fi'il mudhari'.
ثُمَّ إِنَّ الْأَسْمَاءَ تَنْقَسِمُ عِدَّةَ أَقْسَامٍ وَتَتَنَوَّعُ عَلَامَةُ إِعْرَابِهَا بِحَسَبِ تِلْكَ الْأَقْسَامِ فَتَنْقَسِمُ إِلَى:
Kemudian sesungguhnya isim-isim itu terbagi menjadi beberapa bagian, dan tanda i'rabnya bermacam-macam sesuai dengan bagian-bagian tersebut, maka terbagi menjadi:
أَوَّلًا: مُفْرَدٍ وَهُوَ: مَا دَلَّ عَلَى وَاحِدٍ أَوْ وَاحِدَةٍ. مِثْلُ: رَجُلٌ - بِنْتٌ - كِتَابٌ - مُسْلِمَةٌ - عَامِلٌ - فَاطِمَةُ.
Pertama: Mufrad (Tunggal), yaitu: Yang menunjukkan atas satu (laki-laki) atau satu (perempuan). Contoh: Laki-laki - Anak perempuan - Buku - Muslimah - Pekerja - Fatimah.
ثَانِيًا: مُثَنًّى وَهُوَ: مَا دَلَّ عَلَى اثْنَيْنِ أَوْ اثْنَتَيْنِ. مِثْلُ: رَجُلَانِ - بِنْتَانِ - كِتَابَانِ - مُسْلِمَتَانِ - عَامِلَانِ - فَاطِمَتَانِ.
Kedua: Mutsanna (Ganda), yaitu: Yang menunjukkan atas dua (laki-laki) atau dua (perempuan). Contoh: Dua laki-laki - Dua anak perempuan - Dua buku - Dua muslimah - Dua pekerja - Dua Fatimah.
ثَالِثًا: جَمْعٍ وَهُوَ: مَا دَلَّ عَلَى ثَلَاثَةٍ فَأَكْثَرَ. وَذَلِكَ مِثْلُ: رِجَالٌ - بَنَاتٌ - كُتُبٌ - مُسْلِمَاتٌ - عَامِلُونَ - فَاطِمَاتٌ.
Ketiga: Jamak, yaitu: Yang menunjukkan atas tiga atau lebih. Demikian itu seperti: Para lelaki - Para anak perempuan - Buku-buku - Para muslimah - Para pekerja - Banyak Fatimah.
ثُمَّ إِنَّ الِاسْمَ الْمُفْرَدَ يَنْقَسِمُ إِلَى قِسْمَيْنِ:
Kemudian sesungguhnya isim mufrad itu terbagi menjadi dua bagian:
١ - الْمُنْصَرِفُ. ٢ - غَيْرُ الْمُنْصَرِفِ.
1. Munsarif (Bisa menerima tanwin). 2. Ghairu Munsarif (Tidak menerima tanwin).
وَنَقْصِدُ بِالْمُنْصَرِفِ هُوَ: الَّذِي يَدْخُلُهُ التَّنْوِينُ. مِثْلُ: ( جَاءَ رَجُلٌ - رَأَيْتُ زَيْدًا - مَرَرْتُ بِسَيَّارَةٍ ) فَهَهُنَا الْأَسْمَاءُ ( رَجُلٌ - زَيْدٌ - سَيَّارَةٌ ) مُنَوَّنَةٌ إِمَّا تَنْوِينَ ضَمٍّ أَوْ فَتْحٍ أَوْ كَسْرٍ عَلَى حَسَبِ الْعَامِلِ الَّذِي دَخَلَ عَلَيْهَا وَيُسَمَّى الِاسْمُ الَّذِي يَدْخُلُهُ التَّنْوِينُ بِالِاسْمِ الْمُنْصَرِفِ. وَأَكْثَرُ الْأَسْمَاءِ فِي الْعَرَبِيَّةِ مُنْصَرِفَةٌ.
Dan yang kita maksud dengan Munsarif adalah: (Isim) yang kemasukan tanwin padanya. Contoh: "Ja'a rajulun" (Telah datang seorang laki-laki) - "Ra-aitu Zaidan" (Aku telah melihat Zaid) - "Marartu bi-sayyaratin" (Aku berpapasan dengan sebuah mobil). Maka di sini isim-isim (Rajul, Zaid, Sayyarah) ditanwin, adakalanya tanwin dhommah, fathah, atau kasrah, tergantung amil yang masuk padanya. Dan isim yang bisa dimasuki tanwin dinamakan Isim Munsarif. Dan mayoritas isim dalam bahasa Arab adalah munsarif.
وَتَكُونُ عَلَامَةُ إِعْرَابِ الِاسْمِ الْمُفْرَدِ الْمُنْصَرِفِ هِيَ: ( الضَّمَّةُ ) فِي حَالَةِ الرَّفْعِ، وَ ( الْفَتْحَةُ ) فِي حَالَةِ النَّصْبِ، وَ ( الْكَسْرَةُ ) فِي حَالَةِ الْجَرِّ كَمَا سَبَقَ فِي الْأَمْثِلَةِ.
Dan tanda i'rab dari isim mufrad yang munsarif adalah: (Dhommah) pada saat Rafa', dan (Fathah) pada saat Nashab, dan (Kasrah) pada saat Jar sebagaimana telah lewat pada contoh-contoh sebelumnya.
مِثَالٌ: قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: ( وَجَاءَ رَجُلٌ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ يَسْعَى ) وَقَالَ تَعَالَى: ( أَكَفَرْتَ بِالَّذِي خَلَقَكَ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ سَوَّاكَ رَجُلًا ) وَقَالَ سُبْحَانَهُ: ( وَقَالُوا لَوْلَا نُزِّلَ هَذَا الْقُرْآنُ عَلَى رَجُلٍ مِنَ الْقَرْيَتَيْنِ عَظِيمٍ ) تَجِدْ كَلِمَةَ رَجُلٍ مُنَوَّنَةً بِتَنْوِينِ الضَّمِّ، ثُمَّ الْفَتْحِ، ثُمَّ الْكَسْرِ عَلَى حَسَبِ الْعَوَامِلِ الدَّاخِلَةِ عَلَى الْكَلِمَةِ.
Contoh: Allah Ta'ala berfirman: "Dan datanglah seorang laki-laki (rajulun) dari ujung kota dengan bergegas". Dan Allah Ta'ala berfirman: "Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki (rajulan) yang sempurna?". Dan Allah Subhanahu berfirman: "Dan mereka berkata: 'Mengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada seorang laki-laki (rajulin) yang besar (pengaruhnya) dari salah satu dua negeri (Makkah dan Thaif) ini?'". Engkau mendapati kata "rajul" ditanwinkan dengan tanwin dhommah, kemudian fathah, kemudian kasrah, sesuai dengan amil-amil yang masuk pada kata tersebut.
الِاسْمُ غَيْرُ الْمُنْصَرِفِ
Isim Ghairu Munsarif
وَأَمَّا الِاسْمُ غَيْرُ الْمُنْصَرِفِ فَهُوَ: الَّذِي لَا يَدْخُلُهُ التَّنْوِينُ. مِثْلُ اسْمِ ( إِبْرَاهِيمَ ) فَهُوَ لَا يَنْصَرِفُ أَيْ لَا يَدْخُلُهُ التَّنْوِينُ فِي آخِرِهِ تَقُولُ: جَاءَ إِبْرَاهِيمُ، وَلَا يَصِحُّ أَنْ تَقُولَ: جَاءَ إِبْرَاهِيمٌ، وَتَقُولُ: أَكْرَمَ مُحَمَّدٌ إِبْرَاهِيمَ، وَلَا يَصِحُّ أَنْ تَقُولَ: أَكْرَمَ مُحَمَّدٌ إِبْرَاهِيمًا، فَمُحَمَّدٌ اسْمٌ مُنْصَرِفٌ لِوُجُودِ التَّنْوِينِ، وَإِبْرَاهِيمُ اسْمٌ غَيْرُ مُنْصَرِفٍ لِعَدَمِ وُجُودِ التَّنْوِينِ فِي آخِرِهِ.
Adapun Isim Ghairu Munsarif (yang tidak menerima tanwin) adalah: (Isim) yang tanwin tidak masuk padanya. Contohnya isim "Ibrahim", ia tidak munsarif, artinya tanwin tidak masuk di akhirnya. Engkau berkata "Ja'a Ibrahimu" (Telah datang Ibrahim), dan tidak sah engkau berkata "Ja'a Ibrahimun". Dan engkau berkata "Akrama Muhammadun Ibrahima" (Muhammad memuliakan Ibrahim), dan tidak sah engkau berkata "Akrama Muhammadun Ibrahima(n)". Maka "Muhammad" adalah isim munsarif karena adanya tanwin padanya, dan "Ibrahim" adalah isim ghairu munsarif karena tidak adanya tanwin di akhirnya.
وَتَكُونُ عَلَامَةُ إِعْرَابِ الِاسْمِ الْمُفْرَدِ غَيْرِ الْمُنْصَرِفِ هِيَ: ( الضَّمَّةُ ) فِي حَالَةِ الرَّفْعِ مِنْ غَيْرِ تَنْوِينٍ، وَ ( الْفَتْحَةُ ) فِي حَالَةِ النَّصْبِ مِنْ غَيْرِ تَنْوِينٍ، وَ ( الْفَتْحَةُ ) أَيْضًا فِي حَالَةِ الْجَرِّ، فَالِاسْمُ الَّذِي لَا يَنْصَرِفُ يُجَرُّ بِالْفَتْحَةِ بَدَلَ الْكَسْرَةِ.
Dan tanda i'rab untuk isim mufrad ghairu munsarif adalah: (Dhommah) pada saat Rafa' tanpa tanwin, dan (Fathah) pada saat Nashab tanpa tanwin, dan (Fathah) juga pada saat Jar. Maka isim yang tidak munsarif di-jarkan dengan fathah sebagai pengganti kasrah.
مِثْلُ: جَاءَ إِبْرَاهِيمُ، وَإِعْرَابُهَا ( جَاءَ ) فِعْلٌ مَاضٍ مَبْنِيٌّ عَلَى الْفَتْحِ، ( إِبْرَاهِيمُ ) فَاعِلٌ مَرْفُوعٌ وَعَلَامَةُ رَفْعِهِ الضَّمَّةُ الظَّاهِرَةُ فِي آخِرِهِ.
Contoh: "Ja'a Ibrahimu". I'rabnya: (Ja'a) fi'il madhi mabni atas fathah, (Ibrahimu) fa'il marfu' dan tanda rafa'nya adalah dhommah yang nampak di akhirnya.
وَمِثْلُ: أَكْرَمَ مُحَمَّدٌ إِبْرَاهِيمَ، وَإِعْرَابُهَا ( أَكْرَمَ ) فِعْلٌ مَاضٍ مَبْنِيٌّ عَلَى الْفَتْحِ، ( مُحَمَّدٌ ) فَاعِلٌ مَرْفُوعٌ وَعَلَامَةُ رَفْعِهِ الضَّمَّةُ الظَّاهِرَةُ فِي آخِرِهِ، ( إِبْرَاهِيمَ ) مَفْعُولٌ بِهِ مَنْصُوبٌ وَعَلَامَةُ نَصْبِهِ الْفَتْحَةُ الظَّاهِرَةُ فِي آخِرِهِ.
Dan contoh: "Akrama Muhammadun Ibrahima". I'rabnya: (Akrama) fi'il madhi mabni atas fathah, (Muhammadun) fa'il marfu' dan tanda rafa'nya dhommah yang nampak di akhirnya, (Ibrahima) maf'ul bih manshub dan tanda nashabnya fathah yang nampak di akhirnya.
وَمِثْلُ: مَرَّ الرَّجُلُ بِإِبْرَاهِيمَ، وَإِعْرَابُهَا ( مَرَّ ) فِعْلٌ مَاضٍ مَبْنِيٌّ عَلَى الْفَتْحِ، ( الرَّجُلُ ) فَاعِلٌ مَرْفُوعٌ وَعَلَامَةُ رَفْعِهِ الضَّمَّةُ الظَّاهِرَةُ فِي آخِرِهِ، ( الْبَاءِ ) حَرْفُ جَرٍّ مَبْنِيٌّ عَلَى الْكَسْرِ، ( إِبْرَاهِيمَ ) اسْمٌ مَجْرُورٌ بِحَرْفِ الْجَرِّ وَعَلَامَةُ جَرِّهِ الْفَتْحَةُ الظَّاهِرَةُ فِي آخِرِهِ لِأَنَّهُ اسْمٌ غَيْرُ مُنْصَرِفٍ.
Dan contoh: "Marra Ar-Rajulu bi-Ibrahima" (Laki-laki itu berpapasan dengan Ibrahim). I'rabnya: (Marra) fi'il madhi mabni atas fathah, (Ar-Rajulu) fa'il marfu' dan tanda rafa'nya dhommah yang nampak di akhirnya, (Ba') huruf jar mabni atas kasrah, (Ibrahima) isim majrur dengan huruf jar dan tanda jarnya adalah fathah yang nampak di akhirnya karena ia isim ghairu munsarif.
وَالسُّؤَالُ الَّذِي يَطْرَحُ نَفْسَهُ هُوَ كَيْفَ نَعْرِفُ أَنَّ هَذَا الِاسْمَ غَيْرُ مُنْصَرِفٍ فَلَا نُنَوِّنُهُ وَنَجُرُّهُ بِالْفَتْحَةِ ؟
Dan pertanyaan yang muncul dengan sendirinya adalah: Bagaimana kita mengetahui bahwa isim ini ghairu munsarif sehingga kita tidak menanwinkannya dan men-jarkannya dengan fathah?
وَالْجَوَابُ: تُوجَدُ عِدَّةُ ضَوَابِطَ مِنْهَا:
Jawabannya: Terdapat beberapa patokan/kaidah, di antaranya:
١ - كُلُّ اسْمِ عَلَمٍ أَعْجَمِيٍّ فَهُوَ غَيْرُ مُنْصَرِفٍ، وَنَعْنِي بِالْعَلَمِ أَسْمَاءَ الْأَشْخَاصِ وَالْمُدُنِ وَالْمَنَاطِقِ مِثْلُ: ( آدَمُ - إِبْرَاهِيمُ - إِسْمَاعِيلُ - إِسْحَاقُ - يَعْقُوبُ - يُوسُفُ ) فَأَعْلَامُ الْأَنْبِيَاءِ هَذِهِ غَيْرُ عَرَبِيَّةٍ أَيْ أَعْجَمِيَّةٌ وَمِثْلُ: ( جُونُ - جُورْجُ - دِيفِيدُ - لَنْدَنُ - بَارِيسُ - نِيُويُورْكُ ) تَقُولُ: جَاءَ جُورْجُ، وَرَأَيْتُ بَارِيسَ، وَسَافَرْتُ إِلَى نِيُويُورْكَ، وَرَجَعْتُ مِنْ لَنْدَنَ، فَلَا تَدْخُلُ عَلَيْهَا التَّنْوِينُ، وَتُجَرُّهَا بِالْفَتْحَةِ بَدَلَ الْكَسْرَةِ لِأَنَّهَا أَسْمَاءٌ غَيْرُ مُنْصَرِفَةٍ.
1. Setiap Isim 'Alam (nama diri) A'jami (non-Arab) maka ia ghairu munsarif. Yang kami maksud dengan Alam adalah nama-nama orang, kota, dan wilayah. Contoh: (Adam, Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub, Yusuf). Maka nama-nama para nabi ini bukanlah bahasa Arab, yaitu A'jami. Dan contoh: (John, George, David, London, Paris, New York). Engkau berkata: "Ja'a Jurju" (George datang), "Ra'aitu Barisa" (Aku melihat Paris), "Safartu ila Niyuyurka" (Aku bepergian ke New York), dan "Raja'tu min Landana" (Aku kembali dari London). Maka engkau tidak memasukkan tanwin padanya, dan men-jarkannya dengan fathah sebagai ganti kasrah karena ia adalah isim-isim ghairu munsarif.
مِثَالٌ: قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: ( وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ ) وَإِبْرَاهِيمُ هُنَا فَاعِلٌ مَرْفُوعٌ بِالضَّمَّةِ مِنْ غَيْرِ تَنْوِينٍ، وَقَالَ تَعَالَى: ( أَمْ تَقُولُونَ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطَ كَانُوا هُودًا أَوْ نَصَارَى ) فَوَقَعَتْ أَسْمَاءُ الْأَنْبِيَاءِ مَنْصُوبَةً غَيْرَ مُنْصَرِفَةٍ، وَقَالَ: ( سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ) فَوَقَعَ إِبْرَاهِيمَ اسْمًا مَجْرُورًا بِالْفَتْحَةِ بِلَا تَنْوِينٍ.
Contoh: Allah Ta'ala berfirman: "Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya". Dan Ibrahim di sini adalah fa'il marfu' dengan dhommah tanpa tanwin. Dan Allah Ta'ala berfirman: "Ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?". Maka nama-nama para nabi itu terletak dalam keadaan manshub tanpa ditanwin. Dan berfirman: "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim". Maka Ibrahim terletak sebagai isim majrur dengan fathah tanpa tanwin.
٢ - كُلُّ عَلَمٍ مُؤَنَّثٍ فَهُوَ غَيْرُ مُنْصَرِفٍ مِثْلُ: ( فَاطِمَةُ - زَيْنَبُ - سُعَادُ - مَرْيَمُ - عَائِشَةُ - خَدِيجَةُ ) تَقُولُ: جَاءَتْ فَاطِمَةُ، وَأَكْرَمَ عَلِيٌّ فَاطِمَةَ، وَذَهَبْتُ إِلَى فَاطِمَةَ، فَلَا نُدْخِلُ عَلَيْهَا الصَّرْفَ أَيِ التَّنْوِينَ، وَنَجُرُّهَا بِالْفَتْحَةِ بَدَلًا مِنَ الْكَسْرَةِ.
2. Setiap Isim 'Alam Muannats (nama perempuan) maka ia ghairu munsarif. Contoh: (Fatimah, Zainab, Su'ad, Maryam, 'Aisyah, Khadijah). Engkau berkata: "Ja'at Fatimatu" (Fatimah telah datang), "Akrama 'Aliyyun Fatimata" (Ali memuliakan Fatimah), dan "Dzahabtu ila Fatimata" (Aku pergi ke Fatimah). Maka kita tidak memasukkan sharaf (tanwin) padanya, dan kita men-jarkannya dengan fathah sebagai ganti dari kasrah.
مِثَالٌ: قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: ( وَبِكُفْرِهِمْ وَقَوْلِهِمْ عَلَى مَرْيَمَ بُهْتَانًا عَظِيمًا ) فَمَرْيَمَ اسْمٌ مَجْرُورٌ بِحَرْفِ الْجَرِّ وَعَلَامَةُ جَرِّهِ الْفَتْحَةُ لِأَنَّهُ اسْمٌ غَيْرُ مُنْصَرِفٍ.
Contoh: Allah Ta'ala berfirman: "Dan karena kekafiran mereka dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan yang besar". Maka "Maryama" adalah isim majrur dengan huruf jar dan tanda jarnya adalah fathah karena ia isim ghairu munsarif.
فَتَلَخَّصَ أَنَّ الْأَسْمَاءَ الْمُفْرَدَةَ إِمَّا أَنْ تَكُونَ مُنْصَرِفَةً فَتُرْفَعُ بِالضَّمَّةِ وَتُنْصَبُ بِالْفَتْحَةِ وَتُجَرُّ بِالْكَسْرَةِ، وَإِمَّا أَنْ تَكُونَ غَيْرَ مُنْصَرِفَةٍ كَالْأَعْلَامِ الْأَعْجَمِيَّةِ وَالْأَعْلَامِ الْمُؤَنَّثَةِ فَتُرْفَعُ بِالضَّمَّةِ وَتُنْصَبُ وَتُجَرُّ بِالْفَتْحَةِ.
Maka disimpulkan bahwa isim-isim mufrad itu adakalanya ia munsarif sehingga dirafa'kan dengan dhommah, dinashabkan dengan fathah, dan di-jarkan dengan kasrah. Dan adakalanya ghairu munsarif seperti nama-nama non-Arab dan nama-nama perempuan, sehingga dirafa'kan dengan dhommah, dan dinashabkan serta di-jarkan dengan fathah.
َسْئِلَةٌ وَتَمَارِينُ
Pertanyaan dan Latihan
( أَسْئِلَةٌ )
(Pertanyaan-pertanyaan)
١ - فِي ضَوْءِ مَا تَقَدَّمَ مَا هِيَ أَقْسَامُ الِاسْمِ مِنْ حَيْثُ الْوَحْدَةِ وَالتَّعَدُّدِ ؟
1. Berdasarkan apa yang telah lalu, apa saja pembagian isim dari segi tunggal dan jamaknya?
٢ - مَا الْفَرْقُ بَيْنَ الِاسْمِ الْمُنْصَرِفِ وَغَيْرِ الْمُنْصَرِفِ وَمَا هُوَ ضَابِطُ غَيْرِ الْمُنْصَرِفِ ؟
2. Apa perbedaan antara isim munsarif dan ghairu munsarif, dan apa kaidah penentu ghairu munsarif?
٣ - مَثِّلْ بِمِثَالٍ مِنْ عِنْدِكَ لِاسْمٍ مُنْصَرِفٍ وَاسْمٍ غَيْرِ مُنْصَرِفٍ فِي حَالَةِ الرَّفْعِ وَالنَّصْبِ وَالْجَرِّ ؟
3. Berikan contoh dari dirimu sendiri untuk isim munsarif dan isim ghairu munsarif dalam keadaan rafa', nashab, dan jar!
( التَّمَارِينُ ١ )
(Latihan 1)
عَيِّنِ الْكَلِمَاتِ غَيْرَ الْمُنْصَرِفَةِ مَعَ بَيَانِ سَبَبِ عَدَمِ انْصِرَافِهَا فِيمَا يَأْتِي:
Tentukan kata-kata yang ghairu munsarif beserta menjelaskan alasan tidak munsarifnya pada apa-apa yang berikut ini:
( إِنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيِّدَةُ نِسَاءِ الْعَالَمِينَ - لِيفَرْبُولُ بَلَدٌ تِجَارِيٌّ مُزْدَهِرٌ - آدَمُ أَبُو الْبَشَرِ - عَائِشَةُ هِيَ أُمُّ الْمُؤْمِنِينَ - يُوسُفُ الصِّدِّيقُ نَبِيٌّ كَرِيمٌ ).
(Sesungguhnya Fatimah putri Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah pemuka wanita semesta alam - Liverpool adalah kota dagang yang makmur - Adam adalah bapak manusia - 'Aisyah adalah ibunya orang-orang mukmin - Yusuf yang sangat jujur adalah nabi yang mulia).
( التَّمَارِينُ ٢ )
(Latihan 2)
ضَعِ الْكَلِمَاتِ التَّالِيَةَ فِي جُمَلٍ وَاجْعَلْهَا تَارَةً مَرْفُوعَةً وَتَارَةً مَنْصُوبَةً وَتَارَةً مَجْرُورَةً مَعَ ضَبْطِ حَرَكَةِ الْآخِرِ بِالشَّكْلِ:
Letakkan kata-kata berikut dalam kalimat dan jadikanlah ia kadang marfu', kadang manshub, dan kadang majrur beserta mengatur harakat akhirnya dengan syakal (harakat):
( مَكَّةُ - بُثَيْنَةُ - بَكْرٌ - يُونُسُ - قَنْدَهَارُ ).
(Makkah - Butsainah - Bakr - Yunus - Kandahar).
( التَّمَارِينُ ٣ )
(Latihan 3)
أَعْرِبْ مَا يَلِي:
I'rablah apa-apa yang berikut ini:
١ - تَابَ اللَّهُ عَلَى آدَمَ.
1. Allah menerima taubat Adam.
٢ - كَلَّمَ عِيسَى النَّاسَ فِي الْمَهْدِ.
2. Isa berbicara kepada manusia dalam buaian.