الدَّرْسُ السَّادِسُ: الْبِنَاءُ
الدَّرْسُ السَّادِسُ: الْبِنَاءُ
Pelajaran Keenam: Al-Bina' (Tetap)
قَدْ عَلِمْتَ أَنَّ الْإِعْرَابَ هُوَ: تَغَيُّرٌ يَحْدُثُ فِي آخِرِ الْكَلِمَةِ لِاخْتِلَافِ مَوْقِعِهَا فِي الْكَلَامِ، وَأَنَّ أَقْسَامَ الْإِعْرَابِ أَرْبَعَةٌ هِيَ: رَفْعٌ وَنَصْبٌ وَجَرٌّ وَجَزْمٌ، فَلَا يَخْلُو أَيُّ إِعْرَابٍ مِنْ هَذِهِ الْأَقْسَامِ.
Engkau telah mengetahui bahwa I'rab adalah: Perubahan yang terjadi pada akhir kata karena perbedaan kedudukannya dalam kalimat, dan bahwa pembagian I'rab ada empat yaitu: Rafa', Nashab, Jar, dan Jazm. Maka tidak ada satupun i'rab yang terlepas dari bagian-bagian ini.
ثُمَّ إِنَّ الْإِعْرَابَ لَنْ يَحْصُلَ إِلَّا بِتَوَفُّرِ أَمْرَيْنِ هُمَا: ١ - الْعَامِلُ، ٢ - الْمَعْمُولُ.
Kemudian sesungguhnya I'rab itu tidak akan terjadi kecuali dengan terpenuhinya dua hal: 1 - Amil (Penyebab), 2 - Ma'mul (Yang dipengaruhi).
بِمَعْنَى أَنَّ كُلَّ مَرْفُوعٍ لَا بُدَّ لَهُ مِنْ رَافِعٍ، وَكُلَّ مَنْصُوبٍ لَا بُدَّ لَهُ مِنْ نَاصِبٍ، وَكُلَّ مَجْرُورٍ لَا بُدَّ لَهُ مِنْ جَارٍّ، وَكُلَّ مَجْزُومٍ لَا بُدَّ لَهُ مِنْ جَازِمٍ.
Artinya bahwa setiap yang marfu' harus ada yang merafa'kannya, setiap yang manshub harus ada yang menashabkannya, setiap yang majrur harus ada yang men-jarkannya, dan setiap yang majzum harus ada yang menjazmkannya.
فَالْعَامِلُ هُوَ: الَّذِي يَجْلِبُ الرَّفْعَ أَوِ النَّصْبَ أَوِ الْجَرَّ أَوِ الْجَزْمَ.
Maka Amil adalah: Sesuatu yang mendatangkan rafa', nashab, jar, atau jazm.
وَالْمَعْمُولُ هُوَ: الْكَلِمَةُ الَّتِي يَظْهَرُ فِي آخِرِهَا الرَّفْعُ أَوِ النَّصْبُ أَوِ الْجَرُّ أَوِ الْجَزْمُ.
Sedangkan Ma'mul adalah: Kata yang nampak pada akhirnya tanda rafa', nashab, jar, atau jazm.
تَعْرِيفُ الْبِنَاءِ
Definisi Bina'
فَإِذَا كَانَ الْإِعْرَابُ تَغَيُّرًا بِسَبَبِ عَامِلٍ، فَالْبِنَاءُ لُزُومُ حَالَةٍ وَاحِدَةٍ وَمَهْمَا تَغَيَّرَ مَوْقِعُ الْكَلِمَةِ.
Maka jika I'rab adalah sebuah perubahan karena adanya amil, maka Bina' adalah tetapnya suatu kondisi meskipun kedudukan kata tersebut berubah-ubah.
لَاحِظْ مَعِي هَذِهِ الْآيَاتِ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: ( وَمَا يَنْظُرُ هَؤُلَاءِ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً ) وَقَالَ تَعَالَى: ( إِنَّ هَؤُلَاءِ لَشِرْذِمَةٌ قَلِيلُونَ ) وَقَالَ: ( وَجِئْنَا بِكَ شَهِيدًا عَلَى هَؤُلَاءِ ) تَجِدْ أَنَّ كَلِمَةَ هَؤُلَاءِ لَازَمَتْ حَالَةً وَاحِدَةً وَهِيَ الْكَسْرُ رَغْمَ اخْتِلَافِ الْعَوَامِلِ الدَّاخِلَةِ عَلَيْهَا وَرَغْمَ تَغَيُّرِ مَوْقِعِهَا فَهِيَ لَا تَتَأَثَّرُ وَتَبْقَى مُلَازِمَةً لِحَرَكَةٍ وَاحِدَةٍ.
Perhatikanlah bersamaku ayat-ayat ini, Allah Ta'ala berfirman: "Tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan satu teriakan saja". Dan Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya mereka (golongan ini) benar-benar segolongan kecil". Dan Dia berfirman: "Dan Kami mendatangkan kamu sebagai saksi atas mereka ini". Engkau mendapati bahwa kata "Ha-ula-i" menetapi satu kondisi saja yaitu kasrah, meskipun berbedanya amil-amil yang masuk padanya dan meskipun kedudukannya berubah, namun ia tidak terpengaruh dan tetap menetapi satu harakat saja.
فَالْكَلِمَةُ الْمَبْنِيَّةُ هِيَ: الَّتِي تَلْزَمُ حَرَكَةً وَاحِدَةً مِنْ غَيْرِ تَأَثُّرٍ بِالْعَوَامِلِ.
Maka kata yang Mabni adalah: Kata yang menetapi satu harakat tanpa terpengaruh oleh amil-amil.