الدَّرْسُ الْخَامِسُ: أَقْسَامُ الْإِعْرَابِ
الدَّرْسُ الْخَامِسُ: أَقْسَامُ الْإِعْرَابِ
Pelajaran Kelima: Pembagian I'rab
قَدْ عَلِمْتَ أَنَّ الْإِعْرَابَ هُوَ: تَغَيُّرٌ يَحْدُثُ فِي آخِرِ الْكَلِمَةِ لِاخْتِلَافِ مَوْقِعِهَا فِي الْكَلَامِ، وَأَنَّ الْكَلِمَةَ الْمُعْرَبَةَ هِيَ: الَّتِي تَتَغَيَّرُ حَرَكَةُ آخِرِهَا بِحَسَبِ مَوْقِعِهَا فِي الْكَلَامِ.
Engkau telah mengetahui bahwa I'rab adalah: Perubahan yang terjadi pada akhir kata karena perbedaan kedudukannya dalam kalimat, dan bahwa kata Mu'rab adalah: Kata yang berubah harakat akhirnya sesuai kedudukannya dalam kalimat.
ثُمَّ إِنَّ لِلْإِعْرَابِ أَرْبَعَةَ أَقْسَامٍ هِيَ:
Kemudian sesungguhnya I'rab itu memiliki empat bagian, yaitu:
١ - الرَّفْعُ، ٢ - النَّصْبُ، ٣ - الْجَرُّ، ٤ - الْجَزْمُ.
1. Rafa', 2. Nashab, 3. Jar, 4. Jazm.
فَالتَّغَيُّرُ بِالضَّمَّةِ يُسَمَّى رَفْعًا. مَثَلُ: قَامَ زَيْدٌ، فَزَيْدٌ مَرْفُوعٌ بِدَلِيلِ الضَّمَّةِ الَّتِي فِي آخِرِهِ وَهُوَ مَرْفُوعٌ لِأَنَّهُ فَاعِلٌ وَالْقَاعِدَةُ تَقُولُ: ( كُلُّ فَاعِلٍ مَرْفُوعٌ ).
Maka perubahan dengan dhommah dinamakan Rafa'. Contoh: "Qaama Zaidun", maka Zaid marfu' dengan dalil dhommah yang ada di akhirnya, dan ia marfu' karena ia adalah fa'il. Dan kaidah mengatakan: (Setiap fa'il itu marfu').
وَالتَّغَيُّرُ بِالْفَتْحَةِ يُسَمَّى نَصْبًا. مَثَلُ ضَرَبَ زَيْدٌ عَمْرًا، فَعَمْرٌو مَنْصُوبٌ بِدَلِيلِ الْفَتْحَةِ الَّتِي فِي آخِرِهِ وَهُوَ مَنْصُوبٌ لِأَنَّهُ مَفْعُولٌ بِهِ وَالْقَاعِدَةُ تَقُولُ: ( كُلُّ مَفْعُولٍ بِهِ مَنْصُوبٌ ).
Dan perubahan dengan fathah dinamakan Nashab. Contoh "Dharaba Zaidun 'Amran", maka 'Amr manshub dengan dalil fathah yang ada di akhirnya, dan ia manshub karena ia adalah maf'ul bih. Dan kaidah mengatakan: (Setiap maf'ul bih itu manshub).
وَالتَّغَيُّرُ بِالْكَسْرَةِ يُسَمَّى جَرًّا. مَثَلُ ذَهَبَ زَيْدٌ إِلَى الْمَدْرَسَةِ، فَالْمَدْرَسَةِ كَلِمَةٌ مَجْرُورَةٌ بِدَلِيلِ الْكَسْرَةِ فِي آخِرِهَا وَهِيَ مَجْرُورَةٌ لِأَنَّهَا سُبِقَتْ بِحَرْفِ جَرٍّ وَالْقَاعِدَةُ تَقُولُ: ( كُلُّ اسْمٍ مَسْبُوقٍ بِحَرْفِ جَرٍّ مَجْرُورٌ ).
Dan perubahan dengan kasrah dinamakan Jar. Contoh "Dzahaba Zaidun ilal Madrasati", maka "Al-Madrasah" adalah kata yang majrur dengan dalil kasrah di akhirnya, dan ia majrur karena didahului oleh huruf jar. Dan kaidah mengatakan: (Setiap isim yang didahului huruf jar itu majrur).
وَالتَّغَيُّرُ بِالسُّكُونِ يُسَمَّى جَزْمًا. مِثْلُ لَمْ يَقُمْ زَيْدٌ، فَيَقُمْ فِعْلٌ مُضَارِعٌ مَجْزُومٌ بِدَلِيلِ السُّكُونِ فِي آخِرِهِ.
Dan perubahan dengan sukun dinamakan Jazm. Contoh "Lam Yaqum Zaidun", maka "Yaqum" adalah fi'il mudhari' majzum dengan dalil sukun di akhirnya.
وَبِمَا أَنَّهُ قَدْ تَقَدَّمَ بَيَانُ الْفَاعِلِ وَالْمَفْعُولِ بِهِ وَالِاسْمِ الْمَجْرُورِ فَلْنَتَكَلَّمْ بِشَيْءٍ مِنَ التَّفْصِيلِ عَنِ الْجَزْمِ فَنَقُولُ:
Dan dikarenakan telah lewat penjelasan tentang Fa'il, Maf'ul bih, dan Isim Majrur, maka mari kita bicarakan dengan sedikit rinci tentang Jazm, maka kita katakan:
قَدْ مَرَّ عَلَيْكَ أَنَّ الْفِعْلَ ثَلَاثَةُ أَقْسَامٍ: مَاضٍ، وَمُضَارِعٌ، وَأَمْرٌ، وَعَرَفْتَ الْعَلَامَةَ الَّتِي تُمَيِّزُ كُلَّ فِعْلٍ عَنِ الْآخَرِ ثُمَّ إِنَّ الْفِعْلَ الْمُضَارِعَ كَالِاسْمِ تَحْدُثُ فِي آخِرِهِ تَغَيُّرَاتٌ مُخْتَلِفَةٌ، لَاحِظْ هَذِهِ الْآيَاتِ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: ( الْيَوْمَ يَغْفِرُ اللَّهُ لَكُمْ ) وَقَالَ تَعَالَى: ( فَلَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ ) وَقَالَ تَعَالَى: ( إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ ) تَجِدِ الْفِعْلَ الْمُضَارِعَ ( يَغْفِر ) عُرْضَةً لِلتَّغَيُّرَاتِ فَمَرَّةً آخِرُهُ ضَمَّةٌ، وَمَرَّةً فَتْحَةٌ، وَمَرَّةً سُكُونٌ، وَبِالتَّأْكِيدِ إِنَّ هَذِهِ التَّغَيُّرَاتِ تَابِعَةٌ لِلْقَوَاعِدِ.
Telah lewat atasmu bahwa fi'il itu ada tiga bagian: Madhi, Mudhari', dan Amar, dan engkau telah mengetahui tanda yang membedakan setiap fi'il dari yang lainnya. Kemudian sesungguhnya fi'il mudhari' itu seperti isim, terjadi pada akhirnya perubahan-perubahan yang berbeda. Perhatikanlah ayat-ayat ini, Allah Ta'ala berfirman: "Pada hari ini Allah mengampuni ('yaghfiru') kamu". Dan Allah Ta'ala berfirman: "Maka Allah tidak akan mengampuni ('yaghfira') mereka". Dan Allah Ta'ala berfirman: "Jika mereka berhenti (dari kekafiran), niscaya diampuni ('yughfar') (dosa-dosa) mereka yang telah lalu". Engkau mendapati fi'il mudhari' (yaghfir) terkena perubahan-perubahan, kadang akhirnya dhommah, kadang fathah, dan kadang sukun. Dan pastinya perubahan-perubahan ini mengikuti kaidah-kaidah.
وَإِلَيْكَ بَعْضَ تِلْكَ الْقَوَاعِدِ:
Dan inilah sebagian kaidah-kaidah tersebut:
أَوَّلًا: ( الْفِعْلُ الْمُضَارِعُ يُنْصَبُ إِذَا سَبَقَهُ حَرْفُ نَصْبٍ ).
Pertama: (Fi'il mudhari' itu dinashabkan jika didahului oleh huruf nashab).
ثَانِيًا: ( الْفِعْلُ الْمُضَارِعُ يُجْزَمُ إِذَا سَبَقَهُ حَرْفُ جَزْمٍ ).
Kedua: (Fi'il mudhari' itu dijazmkan jika didahului oleh huruf jazm).
ثَالِثًا: ( الْفِعْلُ الْمُضَارِعُ يُرْفَعُ إِذَا لَمْ يَسْبِقْهُ نَاصِبٌ أَوْ جَازِمٌ ). وَإِلَيْكَ الشَّرْحَ وَالتَّفْصِيلَ:
Ketiga: (Fi'il mudhari' itu dirafa'kan jika tidak didahului oleh penashab atau penjazm). Dan inilah penjelasan dan rinciannya:
اُنْظُرْ فِي الْأَمْثِلَةِ التَّالِيَةِ: ( لَنْ يَقُومَ زَيْدٌ - لَنْ يُهْمِلَ الطَّالِبُ الدَّرْسَ، لَنْ يُفْلِحَ الْكَافِرُ ) تَجِدْ أَنَّ الْحَرْفَ ( لَنْ ) دَخَلَ عَلَى الْأَفْعَالِ الْمُضَارِعَةِ: ( يَقُومَ - يُهْمِلَ - يُفْلِحَ ) فَجَعَلَ فِي آخِرِهَا فَتْحَةً أَيْ نَصَبَهَا.
Lihatlah pada contoh-contoh berikut ini: "Lan Yaquuma Zaidun" (Zaid tidak akan berdiri) - "Lan Yuhmila Ath-Thalibu Ad-Darsa" (Siswa itu tidak akan mengabaikan pelajaran) - "Lan Yuflihal Kaafiru" (Orang kafir tidak akan beruntung). Engkau dapati bahwa huruf (Lan) masuk pada fi'il-fi'il mudhari': (yaquuma - yuhmila - yufliha), lalu ia menjadikan pada akhirnya fathah, yaitu menashabkannya.
تَتِمَّةُ الْإِعْرَابِ
Lanjutan Pembahasan I'rab
فَيَظْهَرُ أَنَّ الْحَرْفَ ( لَنْ ) إِذَا دَخَلَ عَلَى الْفِعْلِ الْمُضَارِعِ فَإِنَّهُ يَنْصِبُهُ دَائِمًا.
Maka tampak bahwa huruf (Lan) jika masuk pada fi'il mudhari', maka ia akan menashabkannya selamanya.
مِثَالٌ: قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: ( وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَنْ نُؤْمِنَ بِهَذَا الْقُرْآنِ ) فَلَنْ حَرْفُ نَصْبٍ، وَنُؤْمِنَ فِعْلٌ مُضَارِعٌ مَنْصُوبٌ وَعَلَامَةُ نَصْبِهِ الْفَتْحَةُ.
Contoh: Allah Ta'ala berfirman: "Dan orang-orang kafir berkata: 'Kami tidak akan beriman kepada Al-Qur'an ini'". Maka "Lan" adalah huruf nashab, dan "Nu'mina" adalah fi'il mudhari' manshub dan tanda nashabnya adalah fathah.
وَانْظُرْ فِي الْأَمْثِلَةِ Tَالِيَةِ: ( لَمْ يَذْهَبْ عَمْرٌو - لَمْ يُهْمِلْ زَيْدٌ الدَّرْسَ - لَمْ يَكْسِرْ بَكْرٌ الزُّجَاجَ ) تَجِدْ أَنَّ الْحَرْفَ ( لَمْ ) دَخَلَ عَلَى الْأَفْعَالِ الْمُضَارِعَةِ ( يَذْهَبْ - يُهْمِلْ - يَكْسِرْ ) فَجَعَلَ فِي آخِرِهَا سُكُونًا أَيْ جَزَمَهَا.
Dan lihatlah pada contoh-contoh berikut: "Lam yadzhab 'Amrun" - "Lam yuhmil Zaidun ad-darsa" - "Lam yaksir Bakrun az-zujaja". Engkau dapati bahwa huruf (Lam) masuk pada fi'il-fi'il mudhari' (yadzhab - yuhmil - yaksir), lalu ia menjadikan pada akhirnya sukun, yaitu menjazmkannya.
مِثَالٌ: قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: ( لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ ) فَلَمْ حَرْفُ جَزْمٍ وَالْأَفْعَالُ الْمُضَارِعَةُ: ( يَلِدْ - يُولَدْ - يَكُنْ ) مَجْزُومَةٌ وَعَلَامَةُ جَزْمِهَا السُّكُونُ.
Contoh: Allah Ta'ala berfirman: "Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia". Maka "Lam" adalah huruf jazm, dan fi'il-fi'il mudhari' (yalid - yulad - yakun) adalah majzum dan tanda jazmnya adalah sukun.
َوَاعِدُ نَحْوِيَّةٌ هَامَّةٌ
Kaidah-kaidah Nahwu yang Penting
أَوَّلًا: كُلُّ فَاعِلٍ مَرْفُوعٌ.
Pertama: Setiap Fa'il itu Marfu' (Rafa').
ثَانِيًا: كُلُّ مَفْعُولٍ بِهِ مَنْصُوبٌ.
Kedua: Setiap Maf'ul bih itu Manshub (Nashab).
ثَالِثًا: كُلُّ اسْمٍ مَسْبُوقٍ بِحَرْفِ جَرٍّ مَجْرُورٌ.
Ketiga: Setiap isim yang didahului huruf jar itu Majrur (Jar).
رَابِعًا: كُلُّ فِعْلٍ مُضَارِعٍ مَسْبُوقٍ بِنَاصِبٍ مَنْصُوبٌ.
Keempat: Setiap fi'il mudhari' yang didahului penashab itu Manshub.
خَامِسًا: كُلُّ فِعْلٍ مُضَارِعٍ مَسْبُوقٍ بِجَازِمٍ مَجْزُومٌ.
Kelima: Setiap fi'il mudhari' yang didahului penjazm itu Majzum (Jazm).
سَادِسًا: كُلُّ فِعْلٍ مُضَارِعٍ تَجَرَّدَ عَنِ النَّاصِبِ وَالْجَازِمِ مَرْفُوعٌ.
Keenam: Setiap fi'il mudhari' yang sepi (kosong) dari penashab dan penjazm itu Marfu'.