الدَّرْسُ الثَّالِثُ: أَقْسَامُ الْكَلَامِ
الدَّرْسُ الثَّالِثُ: أَقْسَامُ الْكَلَامِ
Pelajaran Ketiga: Pembagian Kalam
فَأَقْسَامُهُ ثَلَاثَةٌ هِيَ: أَوَّلًا - الِاسْمُ، ثَانِيًا - الْفِعْلُ، ثَالِثًا - الْحَرْفُ.
Maka pembagiannya ada tiga, yaitu: Pertama - Isim, Kedua - Fi'il, Ketiga - Huruf.
١ - التَّنْوِينُ وَهُوَ تَنْوِينُ الضَّمِّ وَالْفَتْحِ وَالْكَسْرِ ( ٌ ، ً ، ٍ ) مِثْلُ: هَذَا كِتَابٌ - وَقَرَأْتُ كِتَابًا - وَنَظَرْتُ إِلَى كِتَابٍ.
1 - Tanwin, yaitu tanwin dhommah, fathah, dan kasroh. Contoh: "Ini adalah buku" - "Aku membaca buku" - "Aku melihat ke buku".
٢ - دُخُولُ أَلْ عَلَيْهِ مِثْلُ: الرَّجُلُ - الْكِتَابُ - الشَّمْسُ - الزَّجَاجُ، فَهَذِهِ كُلُّهَا أَسْمَاءٌ لِدُخُولِ أَلْ عَلَيْهَا.
2 - Masuknya "Al" padanya, contoh: Ar-Rajulu (laki-laki itu) - Al-Kitabu (buku itu) - Asy-Syamsu (matahari itu) - Az-Zujaju (kaca itu). Ini semua adalah isim karena masuknya "Al" padanya.
تَتِمَّةُ عَلَامَاتِ الْفِعْلِ وَالْحَرْفِ
Lanjutan Tanda-tanda Fi'il dan Huruf
يَكُونُ الْمَعْنَى سَيَحْصُدُ الْفَلَّاحُ الزَّرْعَ أَيْ بَعْدَ زَمَنِ التَّكَلُّمِ فَيَكُونُ يَحْصُدُ لِلْمُسْتَقْبَلِ، فَالْمُضَارِعُ لَهُ زَمَنَانِ: الْحَالُ، وَالِاسْتِقْبَالُ.
Maknanya akan menjadi: Petani akan memanen tanaman (nanti), yaitu setelah waktu berbicara. Maka "yahshudu" (memanen) menjadi untuk waktu yang akan datang. Jadi, fi'il mudhari' memiliki dua waktu: Sekarang (Hal) dan Akan datang (Istiqbal).
٣ - فِعْلُ الْأَمْرِ. مِثْلُ: اضْرِبْ - اُكْتُبْ - اِسْتَخْرِجْ، فَيَدُلُّ عَلَى طَلَبِ الْفِعْلِ فِي زَمَنِ الْمُسْتَقْبَلِ أَيْ بَعْدَ التَّكَلُّمِ.
3 - Fi'il Amar. Contoh: Pukullah! - Tulislah! - Keluarkanlah!, maka ia menunjukkan tuntutan (perintah) melakukan pekerjaan di waktu yang akan datang, yaitu setelah waktu berbicara.
وَبَعْدَ أَنْ عَرَفْنَا أَقْسَامَ الْفِعْلِ نُرِيدُ أَنْ نُعْطِيَ لِكُلِّ فِعْلٍ عَلَامَةً تُمَيِّزُهُ عَنِ الْفِعْلِ الْآخَرِ:
Dan setelah kita mengetahui pembagian fi'il, kita ingin memberikan setiap fi'il tanda yang membedakannya dari fi'il yang lain:
فَعَلَامَةُ الْفِعْلِ الْمَاضِي هِيَ: تَاءُ التَّأْنِيثِ السَّاكِنَةُ مِثْلُ: ضَرَبَتْ - كَتَبَتْ - اِسْتَخْرَجَتْ، فَهَذِهِ أَفْعَالٌ مَاضِيَةٌ لِوُجُودِ تَاءِ التَّأْنِيثِ فِي آخِرِهَا وَسُمِّيَتْ تَاءَ التَّأْنِيثِ لِأَنَّهَا تُسْتَعْمَلُ مَعَ الْإِنَاثِ تَقُولُ: كَتَبَتْ هِنْدُ الدَّرْسَ.
Maka tanda fi'il madhi adalah: Ta' Ta'nits yang sukun. Contoh: "Dharabat" (Dia pr telah memukul) - "Katabat" (Dia pr telah menulis) - "Istakhrajat" (Dia pr telah mengeluarkan). Maka ini semua adalah fi'il madhi karena adanya Ta' Ta'nits di akhirnya. Dinamakan Ta' Ta'nits karena ia digunakan bersama perempuan (muannats). Engkau berkata: "Hindun telah menulis pelajaran".
مِثَالٌ: قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: ( قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ ) فَقَالَتْ فِعْلٌ مَاضٍ لِوُجُودِ تَاءِ التَّأْنِيثِ فِي آخِرِهِ.
Contoh: Allah Ta'ala berfirman: "Dia (Asiyah) berkata: Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga". Maka "Qalat" adalah fi'il madhi karena adanya Ta' Ta'nits di akhirnya.
وَعَلَامَةُ الْفِعْلِ الْمُضَارِعِ هِيَ: ( لَمْ ) مِثْلُ: لَمْ يَضْرِبْ - لَمْ يَلْعَبْ - لَمْ يَسْتَخْرِجْ تَقُولُ: لَمْ يُهْمِلْ زَيْدٌ الدَّرْسَ فَيُهْمِلْ فِعْلٌ مُضَارِعٌ بِدَلِيلِ وُجُودِ كَلِمَةِ لَمْ فِي أَوَّلِهِ، فَلَمْ لَا تَدْخُلُ إِلَّا عَلَى الْفِعْلِ الْمُضَارِعِ.
Dan tanda fi'il mudhari' adalah: (Lam). Contoh: Belum memukul - Belum bermain - Belum mengeluarkan. Engkau berkata: "Zaid belum mengabaikan pelajaran". Maka "yuhmil" (mengabaikan) adalah fi'il mudhari' dengan bukti adanya kata "Lam" di awalnya, karena "Lam" tidak masuk kecuali pada fi'il mudhari'.
مِثَالٌ: قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: ( لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ ) فَيَلِدْ وَيُولَدْ وَيَكُنْ أَفْعَالٌ مُضَارِعَةٌ بِدَلِيلِ لَمْ.
Contoh: Allah Ta'ala berfirman: "Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia". Maka "yalid", "yulad", dan "yakun" adalah fi'il-fi'il mudhari' dengan bukti adanya "lam".
وَفِعْلُ الْأَمْرِ عَلَامَتُهُ وَاحِدَةٌ مُرَكَّبَةٌ مِنْ أَمْرَيْنِ فَلَا بُدَّ مِنْ وُجُودِهِمَا مَعًا كَيْ تَكُونَ الْكَلِمَةُ فِعْلَ أَمْرٍ وَهُمَا:
Dan fi'il amar tandanya satu yang tersusun dari dua hal, maka harus ada keduanya secara bersamaan agar kata tersebut menjadi fi'il amar, yaitu:
أ - دَلَالَتُهُ عَلَى الطَّلَبِ، ب - قَبُولُهُ يَاءَ الْمُخَاطَبَةِ، مِثْلُ: اُكْتُبْ، فَهُوَ فِعْلُ أَمْرٍ لِأَنَّهُ يَدُلُّ عَلَى الطَّلَبِ أَيْ طَلَبِ الْكِتَابَةِ وَيَقْبَلُ يَاءَ الْمُخَاطَبَةِ نَقُولُ اُكْتُبِي فَقَبِلَتْ هَذِهِ الْكَلِمَةُ الْيَاءَ الَّتِي تُسْتَعْمَلُ لِخِطَابِ الْإِنَاثِ تَقُولُ اُكْتُبِي يَا هِنْدُ الدَّرْسَ وَمِثْلُ: اِضْرِبِي الْمُسِيءَ، فَاضْرِبِي فِعْلُ أَمْرٍ لِدَلَالَتِهِ عَلَى الطَّلَبِ أَيْ طَلَبِ الْكِتَابَةِ وَوُجُودِ يَاءِ الْمُخَاطَبَةِ فِي آخِرِهِ.
A - Menunjukkan makna tuntutan (perintah). B - Menerima Ya' Mukhatabah. Contoh: "Uktub!" (Tulislah!), maka ia adalah fi'il amar karena menunjukkan tuntutan yaitu menuntut untuk menulis, dan ia menerima Ya' Mukhatabah. Kita berkata "Uktubi" (Tulislah olehmu perempuan!), maka kata ini menerima Ya' yang digunakan untuk memanggil perempuan. Engkau berkata: "Tulislah pelajaran hai Hindun!". Dan contoh lain: "Idhribil musii-a" (Pukullah orang yang berbuat buruk itu olehmu perempuan!), maka "Idhribi" adalah fi'il amar karena menunjukkan tuntutan yaitu menuntut pukulan [catatan penterjemah: aslinya tertulis kitabah, seharusnya pukulan] dan adanya Ya' Mukhatabah di akhirnya.
مِثَالٌ: قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: ( فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا ) فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي أَفْعَالُ أَمْرٍ لِدَلَالَتِهَا عَلَى الطَّلَبِ وَوُجُودِ يَاءِ الْمُخَاطَبَةِ فِي آخِرِهَا.
Contoh: Allah Ta'ala berfirman: "Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu". Maka "kuli", "isyrabi", dan "qarri" adalah fi'il-fi'il amar karena menunjukan tuntutan dan adanya Ya' Mukhatabah di akhirnya.
وَأَمَّا الْحَرْفُ فَعَلَامَتُهُ هِيَ: عَدَمُ قَبُولِ أَيْ عَلَامَةٍ مِنْ عَلَامَاتِ الِاسْمِ أَوْ الْفِعْلِ، بِمَعْنَى أَنَّ عَلَامَاتِ الْأَسْمَاءِ هِيَ: (التَّنْوِينُ - وَدُخُولُ أَلْ - وَالْإِسْنَادُ إِلَيْهِ) وَعَلَامَاتِ الْفِعْلِ هِيَ: ( تَاءُ التَّأْنِيثِ - وَلَمْ - وَالدَّلَالَةُ عَلَى الطَّلَبِ مَعَ قَبُولِهِ يَاءَ الْمُخَاطَبَةِ ) فَنَأْتِي بِالْكَلِمَةِ وَنَخْتَبِرُ عَلَيْهَا جَمِيعَ عَلَامَاتِ الِاسْمِ وَالْفِعْلِ فَإِذَا لَمْ تَقْبَلْهَا فَهِيَ حَرْفٌ مِثْلُ (فِي - عَنْ - عَلَى - إِلَى) فَإِذَا أَخَذْنَا إِلَى مَثَلًا وَجَدْنَاهَا لَا تَقْبَلُ التَّنْوِينَ وَلَا تَقْبَلُ أَلْ فَلَا نَقُولُ الْإِلَى وَلَا تَصْلُحُ لِلْإِسْنَادِ وَلَا تَقْبَلُ تَاءَ التَّأْنِيثِ فَلَا يُقَالُ إِلَاتْ، وَلَا لَمْ فَلَا يُقَالُ لَمْ إِلَى، وَلَيْسَ فِيهَا دَلَالَةٌ عَلَى الطَّلَبِ وَلَا تَقْبَلُ يَاءَ الْمُخَاطَبَةِ فَتَكُونُ حَرْفًا، فَكُلُّ كَلِمَةٍ تَقْبَلُ عَلَامَةً مِنْ عَلَامَاتِ الِاسْمِ فَهِيَ اِسْمٌ وَكُلُّ كَلِمَةٍ تَقْبَلُ عَلَامَةً مِنْ عَلَامَاتِ الْفِعْلِ فَهِيَ فِعْلٌ وَكُلُّ كَلِمَةٍ لَا تَقْبَلُ شَيْئًا مِنْ عَلَامَاتِ الِاسْمِ وَلَا الْفِعْلِ فَهِيَ حَرْفٌ.
Adapun Huruf, maka tandanya adalah: Tidak menerima satu pun dari tanda-tanda isim atau fi'il. Artinya, bahwa tanda-tanda isim adalah: (Tanwin - Masuknya Al - dan Isnad kepadanya). Dan tanda-tanda fi'il adalah: (Ta' Ta'nits - Lam - dan menunjukkan tuntutan beserta menerima Ya' Mukhatabah). Maka kita ambil sebuah kata dan kita ujikan padanya semua tanda isim dan fi'il, jika kata itu tidak menerimanya maka ia adalah huruf. Contoh: (Fi - 'An - 'Ala - Ila). Jika kita ambil "Ila" misalnya, kita dapati ia tidak menerima tanwin, dan tidak menerima "Al" maka kita tidak berkata "Al-Ila", dan tidak pantas untuk di-isnad-kan kepadanya, dan tidak menerima Ta' Ta'nits maka tidak dikatakan "Ilat", dan tidak menerima "Lam" maka tidak dikatakan "Lam Ila", dan tidak ada padanya penunjukan atas tuntutan dan tidak menerima Ya' Mukhatabah, maka ia adalah huruf. Maka setiap kata yang menerima salah satu dari tanda-tanda isim, maka ia adalah isim. Dan setiap kata yang menerima salah satu dari tanda-tanda fi'il, maka ia adalah fi'il. Dan setiap kata yang tidak menerima satupun dari tanda-tanda isim dan fi'il, maka ia adalah huruf.
تَنْبِيهٌ: هَذِهِ الْعَلَامَاتُ السَّابِقَةُ يُسْتَدَلُّ بِهَا فِي حَالَةِ كَوْنِهَا مَوْجُودَةً فِي الْكَلِمَةِ، وَفِي حَالَةِ قَبُولِ الْكَلِمَةِ لَهَا فَمَثَلًا نَقُولُ إِنَّ (الرَّجُلَ) اِسْمٌ لِدُخُولِ أَلْ عَلَيْهِ، وَنَقُولُ (رَجُلٌ) اِسْمٌ أَيْضًا لِقَبُولِهِ أَلْ فَتَصِيرُ الرَّجُلُ.
Peringatan: Tanda-tanda terdahulu ini dijadikan dalil dalam keadaan ia (tanda tersebut) wujud/ada pada kata itu, atau dalam keadaan kata tersebut (bisa) menerimanya. Misalnya kita berkata sesungguhnya "Ar-Rajulu" adalah isim karena masuknya "Al" padanya. Dan kita juga berkata "Rajulun" adalah isim juga karena kemampuannya menerima "Al", sehingga ia menjadi "Ar-Rajulu".
َسْئِلَةٌ وَتَمَارِينُ
Pertanyaan dan Latihan
( أَسْئِلَةٌ )
(Pertanyaan-pertanyaan)
١ - فِي ضَوْءِ مَا تَقَدَّمَ مَا هِيَ أَقْسَامُ الْكَلَامِ؟
1. Berdasarkan apa yang telah lalu, apa saja pembagian Kalam?
٢ - مَا هِيَ عَلَامَةُ كُلِّ قِسْمٍ مِنْ أَقْسَامِ الْكَلَامِ؟
2. Apa tanda dari setiap bagian dari bagian-bagian Kalam?
٣ - مَثِّلْ بِمِثَالٍ مِنْ عِنْدِكَ لِكُلِّ قِسْمٍ مِنْ أَقْسَامِ الْكَلَامِ؟
3. Berikan contoh dari dirimu sendiri untuk setiap bagian dari bagian-bagian Kalam!
( التَّمَارِينُ ١ )
(Latihan 1)
مَيِّزْ بَيْنَ الِاسْمِ وَالْفِعْلِ وَالْحَرْفِ مَعَ ذِكْرِ الدَّلِيلِ فِيمَا يَأْتِي:
Bedakan antara isim, fi'il, dan huruf beserta menyebutkan dalilnya pada apa-apa yang berikut ini:
(نَخِيلٌ - مِصْبَاحٌ - هَلْ - يَنْصُرُ - الْمُتَّقُونَ - يُؤْمِنُونَ - مِنْ - كَاتِبٌ - أَفْلَحَ).
(Pohon kurma - Lampu - Apakah - Menolong - Orang-orang yang bertakwa - Beriman - Dari - Penulis - Beruntung).
( التَّمَارِينُ ٢ )
(Latihan 2)
عَيِّنِ الْمَاضِيَ وَالْمُضَارِعَ وَالْأَمْرَ مِنَ الْأَفْعَالِ الْآتِيَةِ مَعَ ذِكْرِ الدَّلِيلِ:
Tentukan madhi, mudhari, dan amar dari fi'il-fi'il berikut ini beserta menyebutkan dalilnya:
(هُزِّي - نَعْبُدُ - نَسْتَعِينُ - يُقِيمُونَ - أَنْذَرَ - رَأَى - سَبِّحْ - اِسْتَقِمْ).
(Goyangkanlah pr - Kami menyembah - Kami memohon pertolongan - Mereka mendirikan - Dia telah memberi peringatan - Dia telah melihat - Bertasbihlah! - Istiqamahlah!).
اِسْتَخْرِجِ الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ وَالِاسْمَ الْمَجْرُورَ فِيمَا يَأْتِي:
Keluarkan Fa'il, Maf'ul bih, dan Isim Majrur pada apa-apa yang berikut ini:
(صَاحَ الدِّيكُ - بَكَى الطِّفْلُ - يَزْرَعُ الْفَلَّاحُ الْأَرْضَ - مَزَّقَ الْغُلَامُ الْوَرَقَ - يَقْطَعُ النَّجَّارُ الْخَشَبَ بِالْمِنْشَارِ - تَرْقُدُ الدَّجَاجَةُ عَلَى الْبَيْضِ - رَكِبَ زَيْدٌ الطَّائِرَةَ مِنَ الْعِرَاقِ إِلَى الشَّامِ - يَغُوصُ السَّبَّاحُ فِي الْمَاءِ).
(Ayam jago telah berkokok - Anak kecil itu telah menangis - Petani menanam tanah - Anak laki-laki itu telah menyobek kertas - Tukang kayu memotong kayu dengan gergaji - Ayam betina mengerami telur - Zaid telah menaiki pesawat dari Irak ke Syam - Perenang menyelam di dalam air).
ضَعِ الْأَسْمَاءَ التَّالِيَةَ فِي كَلَامٍ بِحَيْثُ تَكُونُ مَرَّةً مَضْمُومَةً وَمَرَّةً مَفْتُوحَةً وَمَرَّةً مَكْسُورَةً:
Letakkan isim-isim berikut ini dalam sebuah kalimat sehingga ia terkadang didhommah, terkadang difathah, dan terkadang dikasrah:
( الرَّجُلُ - الْأَسَدُ - الْبَرْقُ - الْمُؤْمِنُ - الْمَطَرُ ).
(Laki-laki itu - Singa itu - Kilat itu - Orang mukmin itu - Hujan itu).