الدَّرْسُ الثَّانِي: الْكَلِمَةُ وَالْكَلَامُ

الدَّرْسُ الثَّانِي: الْكَلِمَةُ وَالْكَلَامُ

Pelajaran Kedua: Kalimat dan Kalam

قَدْ عَلِمْتَ أَنَّ عِلْمَ النَّحْوِ هُوَ قَوَاعِدُ يُعْرَفُ بِهَا ضَبْطُ آخِرِ الْكَلِمَةِ وَأَنَّ فَائِدَتَهُ صَوْنُ اللِّسَانِ عَنِ الْخَطَأِ فِي الْكَلَامِ وَفَهْمِ الْقُرْآنِ وَالسُّنَّةِ، فَلَا بُدَّ لَنَا مِنْ أَنْ نَعْرِفَ بِشَكْلٍ مُفَصَّلٍ مَا هُوَ الْمَقْصُودُ بِالْكَلِمَةِ وَالْكَلَامِ.

Engkau telah mengetahui bahwa ilmu Nahwu adalah kaidah-kaidah yang dengannya diketahui pengaturan akhir kata, dan bahwa manfaatnya adalah menjaga lisan dari kesalahan dalam berbicara serta memahami Al-Qur'an dan As-Sunnah. Maka kita harus mengetahui secara rinci apa yang dimaksud dengan Kalimat dan Kalam.

فَلَوْ لَاحَظْنَا الْكَلِمَاتِ الْآتِيَةِ: (جَبَلٌ - كِتَابٌ - فَمٌ) لَوَجَدْنَاهَا تَتَكَوَّنُ مِنْ مَجْمُوعَةِ أَحْرُفٍ هِجَائِيَّةٍ فَالْكَلِمَةُ الْأُولَى مَثَلًا تَتَكَوَّنُ مِنَ (الْجِيمِ - وَالْبَاءِ - وَاللَّامِ) وَهَكَذَا سَائِرُ الْكَلِمَاتِ الَّتِي نَنْطِقُ بِهَا.

Jika kita perhatikan kata-kata berikut: (Gunung - Buku - Mulut), kita akan mendapati bahwa kata-kata tersebut tersusun dari kumpulan huruf hijaiyah. Kata pertama misalnya, tersusun dari (Jim - Ba - Lam), dan begitulah seterusnya seluruh kata yang kita ucapkan.

وَنَعْنِي بِاللَّفْظِ هُوَ: الصَّوْتُ الْمُشْتَمِلُ عَلَى بَعْضِ الْأَحْرُفِ، وَالصَّوْتُ هُوَ: كُلُّ مَا يُسْمَعُ.

Yang kita maksud dengan Lafadz adalah: Suara yang mengandung sebagian huruf-huruf. Sedangkan Suara adalah: Segala sesuatu yang terdengar.

أَقْسَامُ اللَّفْظِ

Pembagian Lafadz

وَاللَّفْظُ يَنْقَسِمُ إِلَى قِسْمَيْنِ:

Lafadz terbagi menjadi dua bagian:

أَوَّلًا - اللَّفْظُ الْمُسْتَعْمَلُ وَهُوَ: مَا لَهُ مَعْنًى. مِثْلُ: زَيْدٌ - بَيْتٌ - رَجُلٌ.

Pertama - Lafadz Musta'mal (yang digunakan), yaitu: Yang memiliki makna. Contoh: Zaid - Rumah - Laki-laki.

ثَانِيًا - اللَّفْظُ الْمُهْمَلُ وَهُوَ: مَا لَيْسَ لَهُ مَعْنًى. مِثْلُ: دَيْزٌ - فَيْسٌ - جَعْظٌ.

Kedua - Lafadz Muhmal (yang tidak digunakan), yaitu: Yang tidak memiliki makna. Contoh: Daiz - Fais - Ja'zh.

َعْرِيفُ الْكَلَامِ

Definisi Kalam

فَالْكَلَامُ إِذًا هُوَ: اللَّفْظُ الْمُرَكَّبُ الْمُفِيدُ بِالْوَضْعِ الْعَرَبِيِّ.

Maka Kalam itu adalah: Lafadz yang tersusun, yang memberikan faedah, dengan peletakan bahasa Arab.

مِثْلُ: زَيْدٌ قَائِمٌ، هَذَا لَفْظٌ مُرَكَّبٌ مِنْ كَلِمَتَيْنِ وَهُوَ يُفِيدُ مَعْنًى يَحْسُنُ السُّكُوتُ عَلَيْهِ أَيْ يَصِحُّ الِاكْتِفَاءُ بِهِ فَإِذَا سَمِعَ إِنْسَانٌ شَخْصًا يَقُولُ: زَيْدٌ قَائِمٌ فَسَيَفْهَمُ مَعْنًى تَامًّا وَهُوَ أَنَّ شَخْصًا يُسَمَّى بِزَيْدٍ قَائِمٌ.

Contoh: "Zaidun Qa-imun" (Zaid berdiri), ini adalah lafadz yang tersusun dari dua kata, dan ia memberikan makna yang baik untuk diam padanya, artinya sah untuk mencukupkan dengannya. Maka jika seseorang mendengar orang lain berkata: "Zaid berdiri", maka ia akan memahami makna yang sempurna, yaitu bahwa seseorang yang bernama Zaid sedang berdiri.

↩️